Jumat, 27 Juni 2014

Monexnews - Pihak Amerika Serikat mungkin akan memperbolehkan ekspor minyak mentah sebanyak 750,000 barel per hari, berdasarkan langkah baru pemerintah menentukan kualifikasi untuk ekspor. Produsen, pihak penyulingan, dan perusahaan jalur pipa sedang mempertanyakan sebenarnya seberapa banyak pemerintah Obama melonggarkan posisi ekspor minyak mentah setelah Departemen Perdagangan pada tanggal 24 Juni mengatakan telah mengkategorikan sejumlah minyak yang diproses dengan ringan dapat diekspor. AS telah melarang sebagian besar ekspor minyak mintah selama 4 dekade.
Sekitar 750,000 barel perhari dari minyak yang diproduksi dari kilang minyak jenis shale AS adalah jenis ultra-light yang dikenal sebagai minyak hasil kondensasi, ucap Michael Wojciechowski, kepala Americas downstream research for Wood Mackenzie Ltd. Lebih dari 70% minyak hasil kondensasi di AS datang dari kilang Eagle Ford di Texas, di mana mayoritas melalui proses pembakaran gas khusus, ucap Amrita Sen, kepala ekonom minyak untuk Energy Aspects Ltd. di London.
Departemen Perdagangan telah memberikan izin agar minyak hasil kondensasi dapat di eskpor setelah melewati sejumlah proses, yang dikenal sebagai stabilisasi, karena masih dapat dianggat sebagai produk hasil penyulingan. Meski sebagian besar ekspor minyak mentah dilarang, produk hasil penyulingan dapat diekspor tanpa batasan. Stabilizer pada kilang minyak sepanjang Gulf Coast AS mungkin dapat mencapai kapasitas lebih dari 200,000 barel per hari, menurut Eric Lee, strategis komoditas untuk Citi Research.

sumber : http://www.monexnews.com/commodity/jumlah-ekspor-minyak-as-mungkin-akan-bertambah.htm

Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena alasan teknikal.

Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus, naik 3,0 dolar AS atau 0,23 persen, menjadi menetap di 1.320 dolar AS per ounce. Emas mengakhiri pekan ini dengan keuntungan sebesar 0,3 persen, dan sejauh ini meningkat selama empat minggu berturut-turut, lapor Xinhua.

Untuk sebagian besar minggu ini, emas telah mencerna keuntungan yang dibuat setelah komentar "dovish" Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada 18 Juni.

Laporan-laporan bahwa Uni Eropa dan beberapa negara yang berbatasan dengan Rusia menandatangani perjanjian perdagangan dan politik berdampak tinggi yang mendukung emas, karena para analis pasar percaya dapat menimbulkan ketegangan-ketegangan baru dengan Rusia.

Namun demikian, kenaikan emas pada Jumat itu sedikit dibatasi oleh laporan yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan ukuran sentimen dari University of Michigan dan Thomson Reuters naik ke angka akhir 82,5 pada Juni dari tingkat Mei 81,9, sedikit lebih baik dari ekspektasi para ekonom.

Secara teknikal, emas akan menghadapi tekanan berat antara 1.320 hingga 1.350 dolar AS, para analis pasar percaya.

Perak untuk pengiriman September turun 2,8 sen, atau 0,13 persen, menjadi ditutup pada 21,134 dolar AS per ons. Platinum untuk pengiriman Oktober naik sembilan dolar, atau 0,61 persen, menjadi berakhir pada 1.480,3 dolar AS per ounce.


Penerjemah: Apep Suhendar

Editor: B Kunto Wibisono

http://www.antaranews.com/berita/441351/harga-emas-naik-karena-alasan-teknikal

BUMN dorong penggunaan rupiah di pelabuhan

Jumat, 27 Juni 2014 21:08 WIB | 2624 Views
BUMN dorong penggunaan rupiah di pelabuhan
Ilustrasi (Ist/ferly)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Keuangan Chatib Basri mengatakan perusahaan BUMN bisa mendorong penggunaan rupiah untuk setiap transaksi keuangan di wilayah Indonesia, termasuk pelabuhan Tanjung Priok.

"BUMN kan dibawah pemerintah. Pemerintah, kalau menugaskan penggunaannya dalam rupiah bisa dilakukan oleh BUMN," katanya di Jakarta, Jumat.

Menkeu mengatakan penggunaan mata uang rupiah wajib dilakukan di wilayah Indonesia, karena hal tersebut sesuai penerapan UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang.

Pasal 21 Ayat (1) huruf c UU tentang Mata Uang menyebutkan bahwa uang rupiah wajib digunakan dalam transaksi keuangan yang dilakukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut dia, penggunaan valas masih sering digunakan dalam transaksi keuangan di kawasan pelabuhan, karena lebih mudah dilakukan dan tidak perlu mengkhawatirkan adanya selisih kurs.

"Kalau revenuenya dalam dolar, ada sebagian utang dolar, dia tukar dalam rupiah lalu ke dolar lagi, maka ada selisih kurs. Untuk menghindari itu, (mereka berpikir) sebaiknya taruh dalam dolar saja," katanya.

Menkeu mengatakan meskipun UU telah mewajibkan penggunaan rupiah untuk seluruh transaksi keuangan di wilayah Indonesia, namun hal tersebut tidak mudah dilakukan dalam waktu dekat.

"Yang (perusahaan) swasta masih susah untuk diperintahkan walaupun itu sebetulnya amanah UU, karena monitornya susah. Kalau BUMN, tinggal dilaksanakan saja," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung meminta transaksi keuangan di kawasan pelabuhan Tanjung Priok menggunakan mata uang rupiah, sesuai penerapan UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang.

"Transaksi di lingkungan RI harus menggunakan mata uang rupiah. Kami sudah meminta PT Pelindo II agar seluruh perusahaan (di pelabuhan Tanjung Priok) bisa meimplementasikan UU itu," katanya.

Chairul mengatakan selama ini masih banyak transaksi keuangan di kawasan pelabuhan seluruh Indonesia, tidak hanya Tanjung Priok, yang menggunakan mata uang dolar AS dan belum sepenuhnya memanfaatkan rupiah.

"Kami akan melakukan sosialisasi selama tiga bulan, agar penggunaan rupiah bisa dilaksanakan di pelabuhan seluruh Indonesia, dan tidak ada lagi tekanan rupiah terhadap dolar secara berlebihan," katanya.(*)
Editor: Ruslan Burhani

http://www.antaranews.com/berita/441308/bumn-dorong-penggunaan-rupiah-di-pelabuhan

Pupuk Indonesia tawarkan obligasi senilai Rp3,7 triliun

Selasa, 17 Juni 2014 17:56 WIB | 5227 Views
Pupuk Indonesia tawarkan obligasi senilai Rp3,7 triliun
Ilustrasi. Logo PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) yang baru diluncurkan di Plaza Pupuk Kaltim, Jakarta, Rabu (18/4). (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)
Jakarta (ANTARANews) - PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) yang merupakan induk BUMN pupuk menawarkan obligasi kepada publik senilai Rp3,7 triliun untuk pengembangan usaha dan menjadi produsen pupuk serta pangan yang besar di dunia.

"Kami berharap dengan dukungan bapak-ibu (calon investor), PT Pupuk Indonesia bisa masuk 10 besar perusahaan pupuk dunia," kata Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia Achmad Fadhiel pada penawaran obligasi perusahaan itu, di Jakarta, Selasa.

Pada penawaran perdana yang dihadiri lebih dari 200 orang itu, ia menjelaskan saat ini PIHC masuk dalam deretan ke-12 di antara 20 perusahaan pupuk terbesar di dunia, setelah CF Industries HO (11) dari Amerika Serikat dan Sinofert Holding (10) dari Tiongkok.

"Kami telah menyiapkan rencana pengembangan bisnis, tidak hanya sebagai produsen pupuk, tapi juga bisnis pendukung lainnya," kata Fadhiel.

Selain menjadi produsen pupuk dan petrokimia, serta pangan dan benih, PIHC juga memperkuat dan mengembangkan  bisnis di sektor perdagangan, kawasan industri, logistik, dan pembangkit listrik, yang selama ini menjadi pendukung bisnis utama.

Hasil obligasi tersebut, lanjut Fadhiel, sebanyak 41 persen untuk pinjaman kepada PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) guna melunasi pinjaman bank. Kemudian, 32 persen untuk pinjaman kepada PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk modal kerja dan pengembangan usaha. 

PIM dan PKT merupakan BUMN pupuk yang menjadi anak perusahaan PIHC.

Sisanya sebanyak delapan persen diberikan sebagai pinjaman kepada PT Pupuk Indonesia Logisitik (PILog) guna pengembangan bisnis dan niaga.

"Bisnis logistik ini untuk mendukung transportasi pupuk ke dalam negeri agar tepat waktu dan sasaran, serta pengembangan ekspor," kata Fadhiel.

Sementara sebanyak 12 persen akan dimanfaatkan PIHC untuk pinjaman entitas bisnis yang akan dibentuk dalam rangka pengembangan usaha di bidang energi, dan tujuh persen lagi untuk pengembangan di bidang properti dan kawasan industri. 

PIHC menawarkan obligasi dengan tingkat bunga 9,25 - 10 persen untuk seri A dengan tenor tiga tahun, dan 9,75 - 10,25 persen untuk seri B dengan tenor lima tahun.

Penawaran awal dilakukan mulai 16 - 24 Juni, sedangkan penawaran umum pada 2-3 Juli, setelah pernyataan efektif dari OJK pada 30 Juni 2014.

Sementara itu Komisaris PIHC Mas Achmad Daniri optimistis obligasi sebesar Rp3,7 triliun tersebut akan diserap pasar karena menjanjikan keuntungan bagi investor.

"Investor biasanya akan menanamkan uangnya pada orang/perusahaan yang bisa dipercaya, bisa mengelola perusahaan secara efisien, dan punya enterpreneurship," kata Mas Achmad Daniri yang pernah menjadi Presdir Bursa Efek Jakarta.

Ia mengatakan obligasi perdana PIHC ini merupakan terobosan untuk mendapatkan modal kerja dan pengembangan usaha, di tengah ketatnya cash flow perusahaan.

Ketatnya cash flow PIHC, salah satunya akibat pemerintah belum membayar lunas subsidi pupuk kepada PIHC sekitar Rp14 triliun. (*)

Editor: Heppy Ratna

http://www.antaranews.com/berita/439476/pupuk-indonesia-tawarkan-obligasi-senilai-rp37-triliun


24 Kata Bijak Mutiara Soekarno

Diposkan oleh Rohmattullah YNWA on Friday, December 27, 2013

Kata Kata Bijak Soekarno adalah sebuah ungkapan mutiara dari seorang Ir. Soekarno, presiden pertama Republik Indonesia yang memiliki jasa-jasa hebat selama hidupnya demi mengabdi untuk negara kita tercinta, Indonesia. Pria kharismatik kelahiran 6 Juni 1901 ini merupakan proklamator kemerdekaan Indonesia yang sangat nasionalis dan berkarakter tegas. Sebagai bangsa yang besar, kita pada masa kini sangat haus jiwa pemimpin seperti beliau. Semoga kumpulan pidato dan kata motivasi dari Bung Karno dibawah ini dapat menginspirasi kita semua, untuk membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Berbicara mengenai sosok Bung Karno, memang tiada habisnya. Meskipun beliau telah tiada, namanya tetap harum, jasa nya selalu terkenang dalam setiap sanubari rakyat Indonesia. Rakyat berharap, sosok atau jiwa pemimipin seperti Soekarno hadir kembali di pangkuan rakyat agar negara ini kembali sejahtera, maju dan menjadi yang terdepan serta menaklukkan dunia, seperti kata yang pernah Bung Karno ungkapkan denga tegas dalam rangkuman dibawah ini.


24 Kata Bijak Mutiara Soekarno
1. "Tuhan menciptakan bangsa untuk maju melawan kebohongan elit atas, hanya bangsanya sendiri yang mampu merubah nasib negerinya sendiri."

2. "Aku tinggalkan Kekayaan alam Indonesia, biar semua negara besar dunia iri dengan Indonesia, dan aku tinggalkan hingga bangsa Indonesia sendiri yang mengolahnya."


3. "Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam."

4. 
“Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. ” Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya” [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi, 1964]

5. "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya." [Ir. Soekarno, Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961]

6. "Kita belum hidup dalam sinar bulan purnama, kita masih hidup dimasa pancaroba. Jadi tetaplah bersemangat elang rajawali."


7. "Gantungkan cita-cita mu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang."


8. "Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu sampai ke puncak yang setinggi-tingginya; Jika patah satu dari pada dua sayap itu, maka tak dapatlah terbang burung itu sama sekali."

9. "Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri."

10. "Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia"


11. "Merdeka hanyalah sebuah jembatan, Walaupun jembatan emas.., di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa.., satu ke dunia sama ratap sama tangis!"


12. "Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia.. Tuhan bersemayam di gubuknya si miskin."


13. "Apakah kelemahan kita adalah kurang percaya diri sebaga bangsa, sehingga kita menjadi bangsa penjiplak luar negeri dan kurang mempercayai satu sama lain, padahal kita ini asalnya adalah rakyat gotong royong."

14. "Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa."

15. "Bangunlah suatu dunia dimana semuanya bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan."

16. "Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta, apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, daripada makan bestik tapi budak." [Bung Karno, Pidato HUT Proklamasi]

17. "Aku lebih suka lukisan samudra yang gelombangnya menggebu-gebu daripada lukisan sawah yang adem ayem tentram."

18. "Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat." [Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi]

19. "Apabila dalam di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun."

20. "Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta. Masa yang lampau sangat berguna sebagai kaca benggala daripada masa yang akan datang."

21. “Tidak seorang pun yang menghitung-hitung: berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya”. [Ir. Soekarno, Pidato HUT Proklamasi 1956]

22. "Apakah kita mau Indonesia merdeka, yang kaum Kapitalnya merajalela ataukah yang semua rakyatnya sejahtera, yang semua cukup makan, cukup pakaian, hidup dalam kesejahteraan, merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang dan pangan?" [Ir. Soekarno Pidato lahirnya Pancasila 1 Juni 1945]

23. "Gemah ripah loh jinawi, tata tentram kerta raharja, para kawula iyeg rumagang ing gawe, tebih saking laku cengengilan adoh saking juti. Wong kang lumaku dagang, rinten dalu tan wonten pedote, labet saking tan wonten sansayangi margi. Subur kang sarwa tinandur, murah kang sarwa tinuku. Bebek ayam raja kaya enjang medal ing panggenan, sore bali ing kandange dewe-dewe. Ucapan-dalang dari bapaknya-embahnya-buyutnya-canggahnya, warengnya-udeg-udegnya gantung siwurnya. Bekerja bersatu padu, jauh daripada hasut, dengki, orang berdagang siang malam tiada hentinya, tidak ada halangan di jalan. Inipun menggambarkan cita-cita sosialisme." [Bung Karno, Pidato Hari Ibu 22 Desember 1960]


24. "Walaupun jembatan emas di seberang jembatan itu jalan pecah dua: satu ke dunia sama rata sama rasa.. satu ke dunia sama ratap sama tangis.."
Itulah sedikit kumpulan 24 Kata Bijak Mutiara Soekarno baik tentang pemuda, kemerdekaan, dan yang lainnya. Semoga bermanfaat dan dapat meningkatkan rasa nasionalisme atau kecintaan kita terhadap bangsa Indonesia yang perlahan mulai terkikis karena zaman yang berubah.
sumber : http://rohmatullahh.blogspot.com/2013/08/24-kata-bijak-mutiara-soekarno.html

Selasa, 24 Juni 2014

swasembada pangan



Apakah yang dimaksud dengan swasembada pangan?



Swasembada pangan berarti kita mampu untuk mengadakan sendiri kebutuhan pangan dengan bermacam-macam kegiatan yang dapat menghasilkan kebutuhan yang sesuai diperlukan masyarakat Indonesia dengan kemampuan yang dimilki dan pengetauhan lebih yang dapat menjalankan kegiatan ekonomi tersebut terutama di bidang kebutuhan pangan.





Yang kita ketahui Negara Indonesia sangat berlimpah dengan kekayaan sumber daya alam yang harusnya dapat menampung semua kebutuhan pangan masyarakat Indonesia salah satu cara yaitu dengan berbagai macam kegiatan seperti ini :

• Pembuatan UU & PP yg berpihak pada petani & lahan pertanian.
• Pengadaan infra struktur tanaman pangan seperti: pengadaan daerah irigasi & jaringan irigasi, pencetakan lahan tanaman pangan khususnya padi, jagung, gandum, kedelai dll serta akses jalan ekonomi menuju lahan tsb.
• Penyuluhan & pengembangan terus menerus utk meningkatkan produksi, baik pengembangan bibit, obat2an, teknologi maupun sdm petani.
• Melakukan Diversifikasi pangan, agar masyarakat tidak dipaksakan utk bertumpu pada satu makanan pokok saja (dlm hal ini padi/nasi), pilihan diversifikasi di indonesia yg paling mungkin adalah sagu, gandum dan jagung (khususnya Indonesia timur).

Jadi diversifikasi adalah bagian dari program swasembada pangan yg memiliki pengembangan pilihan/ alternatif lain makanan pokok selain padi/nasi (sebab di indonesia makanan pokok adalah padi/nasi). Salah satu caranya adalah dengan sosialisasi ragam menu yang tidak mengharuskan makan nasi seperti yang mengandung karbohidrat juga seperti nasi yaitu : singkong,ubi,kentang.

 


 Apakah Bangsa Indonesia telah mencapainya?

 Indonesia sudah sangat jelas belum dapat mencapai swasembada pangan.





Banyak yang berpendapat bahwa Negara kita sudah berswasembada beras, namun Pangan bukan hanya beras. Pangan termasuk di dalam nya palawija, hortikultura, gula, daging, ikan dan lain sejenis nya lagi. Oleh karena itu, kalau ada yang berpandangan bahwa negara kita sudah mampu berswasembada pangan, maka pendapat itu sangat lah keliru. Sebab, di luar beras, kita memang masih melakukan impor, khusus nya untuk komoditi gula,daging, kedele, gandum, jagung dan lain sebagai nya. Bahkan di penghujung tahun 2010, kita juga sudah siap sedia melakukan impor beras. Lalu, bagaimana nasib nya dengan "swasembada beras", yang selama ini menjadi kebanggaan kita bersama ? Apakah masih sahih kita mengaku sebagai bangsa yang berswasembada beras ? Atau kah kita akan berencana untuk membuat definisi baru terkait dengan swasembada beras ini ?





    Lebih jauh dari itu, boleh saja kita mengaku swasembada dengan catatan yang nama nya impor dibolehkan ? Hanya jika kita ikuti keterangan para pejabat yang menangani soal pangan di negara kita, ternyata banyak statemen-statemen yang menggelikan. Ada yang ngotot dan bersikukuh bahwa produksi beras kita berlimbah, bahkan dalam tahun 2010 ini diyakini kita bakal surplus 5,6 juta ton. Logika sederhana nya, kalau memang produksi beras kita melimpah, mengapa Pemerintah mesti membuka lagi kran impor, padahal salah satu indikator negara yang sudah berswasembada beras itu adalah bangsa tersebut mampu mencukupi beras nya dari hasil produksi bangsa sendiri. Pemenuhan itu bukan atas jerih payah bangsa lain.





 





   Terlepas dari pertimbangan dan argumentasi apa pun, dengan dilakukan nya impor beras, maka rontoklah proklamasi swasembada beras, yang pernah diikralkan pada tahun 1984 dan 2008 lalu. Yang lebih mengenaskan adalah kemauan politik Pemerintah membuka kran impor beras lebih diakibatkan oleh ketidak-berdayaan nya Pemerintah dalam "menurunkan" harga beras di pasaran yang seperti nya sangat senang bertengger pada tingkat harga yang cukup tinggi. Rasa was-was yang demikian wajar terjadi. Pengalaman memperlihatkan banyak negara yang Pemerintahan nya menjadi "bubar jalan" dikarenakan negara tersebut mengalami kekurangan bahan pangan. Apalagi bagi negara kita yang mengunggulkan program beras untuk masyarakat miskin (raskin), yang setiap bulan nya membutuhkan persediaan beras yang tidak sedikit jumlah nya.





 





    Selain itu, dengan ditetapkan nya harga beras sebagai indikator penting dalam mengukur angka inflasi, pasti menjadi pertimbangan yang serius, mengapa kran impor dibuka lagi. Arti nya, bila harga beras tetap tinggi, tentu dalam perhitungan inflasi akan berdampak pada angka inflasi yang cukup tinggi, dan hal ini jelas akan mengacaukan perhitungan makro ekonomi secara nasional. Pemerintah sendiri rupa nya tidak mau mengambil resiko politik yang lebih besar. Pemerintah tentu tidak akan rela jika harus melihat warga bangsa nya melakukan antri beras lagi sebagaimana yang pernah terjadi di masa lalu. Terlebih-lebih jika kita kaitkan dengan adanya anomali iklim, dimana kita tampak semakin sulit melakukan "peramalan", baik musim tanam atau musim panen, yang ujung-ujung nya bermuara ke produksi yang dapat dihasilkan. Pilihan membuka kran impor beras, boleh jadi merupakan tindakan yang penting kita dukung, sekali pun ada juga yang berkomentar : swasembada beras bangsa Indonesia, mutlak dipertanyakan kebenaran nya !



 

Bagaimana mencapai swasembada pangan di Indonesia!

 Pemerintah sendiri telah bertekad agar dalam tahun 2014, bangsa ini mampu berswasembada jagung, daging, kedele, gula dan beras. Pertanyaan nya adalah mungkinkah hal itu bakal tercapai ? Yang sudah kita proklamirkan saja yaitu beras, kini sedang dirundung masalah. Apalagi yang masih belum kita capai. Untuk komoditi jagung atau daging sapi misal nya, hingga kini bangsa kita masih mengimpor nya dengan angka yang cukup tinggi. Sejarah mencatat, untuk meraih swasembada beras saja, kita butuh waktu puluhan tahun dengan "political will" dan "political action" yang serius. Infra struktur pabrik pupuk dan irigasi dibangun, teknologi tak henti-henti nya dikembangkan, sarana dan prasarana terus disiapkan, juga penyuluhan pertanian yang inten; disamping kucuran dana yang tidak sedikit dan pengawasan Pemerintah yang cukup ketat terhadap kinerja aparat nya, menjadi prasyarat utama terwujud nya swasembada beras.





 Untuk itu pemerintah harus dengan serius menangani permasalahan swasembada pangan di Indonesia.





Dengan sumber daya alam yang melimpah kita seharusnya bisa mengolahnya dan memanfaatkannya dengan baik, bukan malah mengimpor dari Negara lain dengan hebatnya setiap tahun, Negara kita adalah Negara agraris yang mempunyai tanah yang subur.
pemerintah harus nya mesejahterakan petani, membantu permasalahan-permasalahan yang dihadapi petani kita, dengan itu hasil nya bisa kita manfaatkan dan dengan merata kita bisa distribusikan ke seluruh indonesia.





Kita juga harus membangun infrastruktur kita, pabrik pupuk, dan irigrasi dibangun.
kita harus memanfaatkan teknologi yang berkembang untuk kebutuhan pangan di Negara kita, kita  juga harus memperkuat UU yang mengatur tentang pangan diindonesia.





Kebijakan-kebijakan yang mengutamakan rakyat kecil supaya tidak ada lagi kelaparan diindoesia akibat indonesia belum swasembada pangan, masalah ini adalah masalah yang cukup berat, karna akibat dari tidak terpenuhinya pangan di Negara sendiri kita harus terus mengimpor dari Negara lain dan membuat rakyat kecil tidak dapat menikmati nya karna harganya yang mahal, disini peran pemerintah harus benar-benar terwujud, bukan hanya teori saja bahwa Negara kita kaya dengan sumber daya alam nya namun kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.





 





 





    Fenomena yang demikian, kelihatan nya sekarang sudah tidak bisa kita saksikan lagi. Dengan semangat Otonomi Daerah, soal pertanian seolah-olah "tergeser" oleh kepentingan politik yang ujung-ujung nya akan selalu dikaitkan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Belum lagi ada nya amanat UU Pendidikan yang meminta anggaran sebesar 20 % dari APBN/APBD. Kesehatan pun tak mau ketinggalan. Lewat skenario pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), maka pendidikan, kesehatan dan daya beli, otomatis meminta anggaran yang cukup besar, sehingga anggaran untuk pertanian sendiri menjadi sangat minimal. Kondisi inilah yang kemudian melahirkan sebuah tanda tanya besar atas keinginan Pemerintah dalam mewujudkan swasembada untuk lima komoditi pangan strategis di tahun 2014 nanti. Apa yang bisa kita lakukan dalam 4 tahun ke depan ? Swasembada beras yang baru kita raih di tahun 1984 menunjukkan bahwa kita butuh waktu sekitar 17 tahun lebih.  Lantas bagaimana dengan fakta bahwa yang sudah kita capai saja kini mengalami masalah, apalagi yang belum pernah kita wujudkan.





 





  Namun begitu, kita tetap optimis bahwa hasrat Pemerintah untuk meraih swasembada lima komoditi pangan strategis 4 tahun mendatang, sudah sepatut nya kita topang dengan serius dan sepenuh hati, walau bisa saja hasil nya tidak seperti yang didambakan. Ya... sekedar obsesi untuk berswasembada pangan saja sudah baik, ketimbang kita tidak memiliki keinginan.





 





-Ada alasan lain mengapa Indonesia hingga saat ini masih bergantung pada impor produk pangan. Salah satu alasannya adalah, kebijakan yang dikeluarkan negara-negara maju yang tergabung di dalam OECD (Organization for Economic Co-operation and Development). Kebijakan itu membuat Indonesia tidak bisa lepas dari impor pangan.

"Negara-negara maju tidak menginginkan kita swasembada pangan. Negara OECD menginginkan kita sebagai negara tergantung kepada mereka. Itu ada dokumen resminya," papar Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PSPI) Arif Satria, saat berdiskusi di rumah makan kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (21/6/2014).

Menurut Arif, sejumlah negara maju yang tergabung di OECD, antara lain Amerika Serikat dan Australia, sengaja membidik Indonesia sebagai pasar produk pertanian mereka.

"Negara maju inginkan produk-produknya diproduksi menjadi sesuatu yang bisa dikonsumsi di sini. Mereka tidak rela kalau kita bisa swasembada sapi, swasembada beras. Mereka menginginkan kita impor terus," imbuhnya.

Ia berharap presiden baru ke depan harus berani memotong mata rantai kebijakan ini. Jangan sampai kebijakan ini akan membuat para petani di Indonesia terus mengalami tekanan dan persaingan dengan membanjirnya produk-produk impor.

"Kita harus setop ketergantungan kita itu. Kita potong jalur-jalurnya itu. Kita perlu pemimpin yang berani yang melawan kita," tegasnya.





 





 





Indonesia merupakan negara agragaris penghasil komoditas pangan beras khususnya. Seiring dengan adanya pertumbuhan penduduk, maka permintaan pangan akan semakin meningkat. Peningkatan ini akan diikuti dengan peningkatan produksi beras dalam negeri. Namun yang terjadi pada beberapa tahun ini perberasan Indonesia hanya mengalami swasembada beras pada tahun 1969 hingga 1984. Setelah tahun tersebut Indonesia belum lagi bisa mencukupi kebutuhan beras dalam negeri, yang mana memaksa melakukan impor beras dalam jumlah cukup besar. Besar impor semakin lama semakin tinggi seiring dengan kurang mampunya negara dalam mencukupi kebutuhan pangan dalam domestik sendiri. Penelitian ini akan membahas mengenai kondisi perberasan Indonesia beserta mencari permodelan yang tepat dalam mencari kebijakan yang paling tepat untuk diterapkan dalam mencapai swasembada beras. Data penelitian ini bersifat data skunder mulai tahun 1980 hingga 2011. Analisis data yang dilakukan analisis persamaan simultan historis.





Hasil penelitian didapatkan terdapat 3 blok dalam estimasi model perberasan Indonesia, yakni produksi, konsumsi, dan impor. Menurut hasil identifikasi model tergolong over identified. Hasil estimasi model diketahui seluruh model signifikan dan memiliki nilai yang baik melalui  koefisien determinasi R2, uji f, dan uji t. Berdasarkan hasil validasi menunjukkan nilai yang baik, yakni kecilnya selisih nilai prediksi dan aktualnya. Hasil simulasi secara historical didapatkan bahwa luas lahan perlu ditingkatkan 5% atau harga pupuk diturunkan 15% atau juga meningkatkan kredit sebesar 5% untuk mencapai swasembada beras pada tahun tersebut.



pada dasarnya indonesia dapat mencapai swasembada pangan jika sumber daya alam kita dapat dimanfaatkan dengan baik, dan kebijakan-kebijakan yang dilaksanakan dengan baik dan merata disetiap daerah diindonesia.

indonesia adalah Negara yang kekayaan alamnya diakui luar biasa melimpahnya oleh Negara-negara lain, sudah saatnya pemimpin-pemimpin Negara dapat mengelola kekayaan tersebut, terutama dari segi pertanian dan kelautan.