Sekitar 750,000 barel perhari dari minyak yang diproduksi dari kilang minyak jenis shale AS adalah jenis ultra-light yang dikenal sebagai minyak hasil kondensasi, ucap Michael Wojciechowski, kepala Americas downstream research for Wood Mackenzie Ltd. Lebih dari 70% minyak hasil kondensasi di AS datang dari kilang Eagle Ford di Texas, di mana mayoritas melalui proses pembakaran gas khusus, ucap Amrita Sen, kepala ekonom minyak untuk Energy Aspects Ltd. di London.
Departemen Perdagangan telah memberikan izin agar minyak hasil kondensasi dapat di eskpor setelah melewati sejumlah proses, yang dikenal sebagai stabilisasi, karena masih dapat dianggat sebagai produk hasil penyulingan. Meski sebagian besar ekspor minyak mentah dilarang, produk hasil penyulingan dapat diekspor tanpa batasan. Stabilizer pada kilang minyak sepanjang Gulf Coast AS mungkin dapat mencapai kapasitas lebih dari 200,000 barel per hari, menurut Eric Lee, strategis komoditas untuk Citi Research.
sumber : http://www.monexnews.com/commodity/jumlah-ekspor-minyak-as-mungkin-akan-bertambah.htm
Chicago (ANTARA News) - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Jumat (Sabtu pagi WIB), karena alasan teknikal.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus, naik 3,0 dolar AS atau 0,23 persen, menjadi menetap di 1.320 dolar AS per ounce. Emas mengakhiri pekan ini dengan keuntungan sebesar 0,3 persen, dan sejauh ini meningkat selama empat minggu berturut-turut, lapor Xinhua.
Untuk sebagian besar minggu ini, emas telah mencerna keuntungan yang dibuat setelah komentar "dovish" Ketua Federal Reserve Janet Yellen pada 18 Juni.
Laporan-laporan bahwa Uni Eropa dan beberapa negara yang berbatasan dengan Rusia menandatangani perjanjian perdagangan dan politik berdampak tinggi yang mendukung emas, karena para analis pasar percaya dapat menimbulkan ketegangan-ketegangan baru dengan Rusia.
Namun demikian, kenaikan emas pada Jumat itu sedikit dibatasi oleh laporan yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan ukuran sentimen dari University of Michigan dan Thomson Reuters naik ke angka akhir 82,5 pada Juni dari tingkat Mei 81,9, sedikit lebih baik dari ekspektasi para ekonom.
Secara teknikal, emas akan menghadapi tekanan berat antara 1.320 hingga 1.350 dolar AS, para analis pasar percaya.
Perak untuk pengiriman September turun 2,8 sen, atau 0,13 persen, menjadi ditutup pada 21,134 dolar AS per ons. Platinum untuk pengiriman Oktober naik sembilan dolar, atau 0,61 persen, menjadi berakhir pada 1.480,3 dolar AS per ounce.
Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: B Kunto Wibisono
http://www.antaranews.com/berita/441351/harga-emas-naik-karena-alasan-teknikal
BUMN dorong penggunaan rupiah di pelabuhan
Jumat, 27 Juni 2014 21:08 WIB | 2624 Views
Ilustrasi (Ist/ferly)
BUMN kan dibawah pemerintah. Pemerintah, kalau menugaskan penggunaannya dalam rupiah bisa dilakukan oleh BUMN,"
Galeri Terkait
Video Terkait
"BUMN kan dibawah pemerintah. Pemerintah, kalau menugaskan penggunaannya dalam rupiah bisa dilakukan oleh BUMN," katanya di Jakarta, Jumat.
Menkeu mengatakan penggunaan mata uang rupiah wajib dilakukan di wilayah Indonesia, karena hal tersebut sesuai penerapan UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang.
Pasal 21 Ayat (1) huruf c UU tentang Mata Uang menyebutkan bahwa uang rupiah wajib digunakan dalam transaksi keuangan yang dilakukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut dia, penggunaan valas masih sering digunakan dalam transaksi keuangan di kawasan pelabuhan, karena lebih mudah dilakukan dan tidak perlu mengkhawatirkan adanya selisih kurs.
"Kalau revenuenya dalam dolar, ada sebagian utang dolar, dia tukar dalam rupiah lalu ke dolar lagi, maka ada selisih kurs. Untuk menghindari itu, (mereka berpikir) sebaiknya taruh dalam dolar saja," katanya.
Menkeu mengatakan meskipun UU telah mewajibkan penggunaan rupiah untuk seluruh transaksi keuangan di wilayah Indonesia, namun hal tersebut tidak mudah dilakukan dalam waktu dekat.
"Yang (perusahaan) swasta masih susah untuk diperintahkan walaupun itu sebetulnya amanah UU, karena monitornya susah. Kalau BUMN, tinggal dilaksanakan saja," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung meminta transaksi keuangan di kawasan pelabuhan Tanjung Priok menggunakan mata uang rupiah, sesuai penerapan UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang mata uang.
"Transaksi di lingkungan RI harus menggunakan mata uang rupiah. Kami sudah meminta PT Pelindo II agar seluruh perusahaan (di pelabuhan Tanjung Priok) bisa meimplementasikan UU itu," katanya.
Chairul mengatakan selama ini masih banyak transaksi keuangan di kawasan pelabuhan seluruh Indonesia, tidak hanya Tanjung Priok, yang menggunakan mata uang dolar AS dan belum sepenuhnya memanfaatkan rupiah.
"Kami akan melakukan sosialisasi selama tiga bulan, agar penggunaan rupiah bisa dilaksanakan di pelabuhan seluruh Indonesia, dan tidak ada lagi tekanan rupiah terhadap dolar secara berlebihan," katanya.(*)
Editor: Ruslan Burhani
http://www.antaranews.com/berita/441308/bumn-dorong-penggunaan-rupiah-di-pelabuhan
Pupuk Indonesia tawarkan obligasi senilai Rp3,7 triliun
Selasa, 17 Juni 2014 17:56 WIB | 5227 Views
Ilustrasi. Logo PT Pupuk Indonesia Holding
Company (PIHC) yang baru diluncurkan di Plaza Pupuk Kaltim, Jakarta,
Rabu (18/4). (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)
Kami telah menyiapkan rencana pengembangan bisnis, tidak hanya sebagai produsen pupuk, tapi juga bisnis pendukung lainnya
Galeri Terkait
Video Terkait
"Kami berharap dengan dukungan bapak-ibu (calon investor), PT Pupuk Indonesia bisa masuk 10 besar perusahaan pupuk dunia," kata Direktur Keuangan PT Pupuk Indonesia Achmad Fadhiel pada penawaran obligasi perusahaan itu, di Jakarta, Selasa.
Pada penawaran perdana yang dihadiri lebih dari 200 orang itu, ia menjelaskan saat ini PIHC masuk dalam deretan ke-12 di antara 20 perusahaan pupuk terbesar di dunia, setelah CF Industries HO (11) dari Amerika Serikat dan Sinofert Holding (10) dari Tiongkok.
"Kami telah menyiapkan rencana pengembangan bisnis, tidak hanya sebagai produsen pupuk, tapi juga bisnis pendukung lainnya," kata Fadhiel.
Selain menjadi produsen pupuk dan petrokimia, serta pangan dan benih, PIHC juga memperkuat dan mengembangkan bisnis di sektor perdagangan, kawasan industri, logistik, dan pembangkit listrik, yang selama ini menjadi pendukung bisnis utama.
Hasil obligasi tersebut, lanjut Fadhiel, sebanyak 41 persen untuk pinjaman kepada PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) guna melunasi pinjaman bank. Kemudian, 32 persen untuk pinjaman kepada PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) untuk modal kerja dan pengembangan usaha.
PIM dan PKT merupakan BUMN pupuk yang menjadi anak perusahaan PIHC.
Sisanya sebanyak delapan persen diberikan sebagai pinjaman kepada PT Pupuk Indonesia Logisitik (PILog) guna pengembangan bisnis dan niaga.
"Bisnis logistik ini untuk mendukung transportasi pupuk ke dalam negeri agar tepat waktu dan sasaran, serta pengembangan ekspor," kata Fadhiel.
Sementara sebanyak 12 persen akan dimanfaatkan PIHC untuk pinjaman entitas bisnis yang akan dibentuk dalam rangka pengembangan usaha di bidang energi, dan tujuh persen lagi untuk pengembangan di bidang properti dan kawasan industri.
PIHC menawarkan obligasi dengan tingkat bunga 9,25 - 10 persen untuk seri A dengan tenor tiga tahun, dan 9,75 - 10,25 persen untuk seri B dengan tenor lima tahun.
Penawaran awal dilakukan mulai 16 - 24 Juni, sedangkan penawaran umum pada 2-3 Juli, setelah pernyataan efektif dari OJK pada 30 Juni 2014.
Sementara itu Komisaris PIHC Mas Achmad Daniri optimistis obligasi sebesar Rp3,7 triliun tersebut akan diserap pasar karena menjanjikan keuntungan bagi investor.
"Investor biasanya akan menanamkan uangnya pada orang/perusahaan yang bisa dipercaya, bisa mengelola perusahaan secara efisien, dan punya enterpreneurship," kata Mas Achmad Daniri yang pernah menjadi Presdir Bursa Efek Jakarta.
Ia mengatakan obligasi perdana PIHC ini merupakan terobosan untuk mendapatkan modal kerja dan pengembangan usaha, di tengah ketatnya cash flow perusahaan.
Ketatnya cash flow PIHC, salah satunya akibat pemerintah belum membayar lunas subsidi pupuk kepada PIHC sekitar Rp14 triliun. (*)
Editor: Heppy Ratna
http://www.antaranews.com/berita/439476/pupuk-indonesia-tawarkan-obligasi-senilai-rp37-triliun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar