Jumat, 25 April 2014


Tugas 1 : perekonomian Indonesia


Pelaku-pelaku ekonomi secara makro dan kegiatan-kegiatannya
Dalam teori makro kita menggolongkan orang-orang atau lembaga-lembaga yang melakukan kegiatan ekonomi menjadi lima kelompok besar, yaitu:

(a) Rumah Tangga,

(b) Produsen,

(c) Pemerintah,

(d) Lembaga-lembaga Keuangan,

(e) Negara-negara Lain.


Kegiatan dan kelima kelompok pelaku ini serta kaitannya dengan keempat pasar di atas dimana :


> Permintaan :

1. Pengeluaran konsumsi oleh Rumah Tangga

2. Belanja barang oleh Pemerintah

3. Investasi oleh Perusahaan

4. Ekspor ke luar negeri

5. Kebutuhan tenaga kerja oleh Pemerintah

6. Kebutuhan tenaga kerja oleh Perusahaan

7. Kebutuhan uang tunai dan kredit

8. Kebutuhan Rumah Tangga akan uang tunai

9. Kebutuhan Perusahaan-perusahaan Asing akan rupiah


> Penawaran

1.    Hasil produksi dalam negeri

2.    Impor dan luar negeri

3.    Tenaga kerja yang disediakan oleh Rumah Tangga

4.    Suplai uang kartal

5.    Tabungan Rumah Tangga

6.    Suplai uang giral

7.    Suplai dana luar negeri.


 Kelompok Rumah Tangga melakukan kegiatan-kegiatan pokok seperti:

(a)  menerima penghasilan dan para produsen dan “penjualan” teraga kerja mereka (upah),deviden, dan dan menyewakan tanah hak milik mereka.

(b)   menerima penghasilan dari lembaga keuangan berupa bunga atas simpanan-simpanan mereka;

(c)    membelanjakan penghasilan tersebut di pasar barang (sebagai konsumen);

(d)   menyisihkan sisa dan penghasilan tersebut untuk ditabung pada lembaga-lembaga keuangan;

(e)    membayar pajak kepada pemerintah;

(f)     masuk dalam pasar uang sebagai “peminta” (demanders) karena kebutuhan mereka akan uang   tunal untuk misalnya transaksi sehari-hari.


       Kelompok Produsen melakukan kegiatan-kegiatan pokok berupa:

(a)   Memproduksikan dan menjual barang-barang/jasa-jasa (yaitu sebagai supplier di pasar barang);

(b)   Menyewa/menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh kelompok rumah tangga untuk proses produksi;

(c)    menentukan pembelian barang-barang modal dan stok barang-barang lain (selaku investor masuk dalam pasar barang sebagai peminta atau demander);

(d)   meminta kredit dan lembaga keuangan untuk membiayai investasi mereka (sebagai demander di pasar uang);

(e)    membayar pajak.


Kelompok Lembaga Keuangan mencakup semua bank-bank dan lembaga-lembaga keuangan lainnya kecuali bank sentral (Bank Indonesia), Kegiatan mereka berupa:

(a)    menerima simpanan/deposito dan rumah tangga;

(b)   menyediakan kredit dan uang giral (sebagai supplier dalam pasar uang).

(c)    Pemerintah (termasuk di dalamnya bank sentral) melakukan kegiatan berupa:

        -   menarik pajak langsung dan tak langsung;

        -   membelanjakan penerimaan negara untuk membeli barang-barang kebutuhan pernerintah (sebagai demander di pasar barang),

        -   meminjam uang dan luar negeri;

        -   menyewa tenaga kerja (sebagai demander di pasar tenaga kerja);

        -   menyediakan kebutuhan uang (kartal) bagi masyarakat (sebagai supplier di pasar uang).


Negara-negara lain:

(a)    menyediakan kebutuhan barang impor (sebagai supplier di pasar barang);

(b)   membeli hasil-hasil ekspor kita (sebagai demander di pasar barang);

(c)    menyediakan kredit untuk pemerintah dan swasta dalam negeri;

(d)   membeli dan pasar barang untuk kebutuhan cabrng perusahaannya di Indonesia (sebagai investor)

(e)    masuk ke dalam pasar uang dalam negeri sebagai penyalur uang (devisa) dan luar negeri (sebagai supplier dana) dan sebagai peminta kredit dan uang kartal rupiah untuk kebutuhan cabang-cabang perusahaan mereka di Indonesia (demander akan dana). (Singkatnya, sebagai penghubung pasar uang dalam negeri dengan pasar uang luar negeri)


Circular flow activity 

Sistem perekonomian yang ada diduna dan indonesia

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.

Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.

Sistem perekonomian yang ada di dunia.


A. SISTEM EKONOMI TRADISIONAL

Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem perekonomian yang didasarkan pada tradisi, adat istiadat atau kebiasaan masyarakat yang bersangkutan. Masyarakat mempunyai hak dan kewenangan mengatur perekonomian daerahnya. Dengan kata lain, masalah yang berkaitan dengan apa dan berapa, bagaimana, serta untuk siapa barang/jasa yang diproduksi dan diatasi oleh masyarakat itu sendiri. Sistem ekonomi ini biasanya berlaku di negara yang belum maju.


1.  Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisonal

•    Aturannya didasarkan pada tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan.

•    Kehidupan relatif sederhana, statis, dan tradisional.

•    Kehidupan sosial seperti kekeluargaan dan gotong royong sangat dominan.

•    Bersifat pemenuhan kebutuhan hidup minimum.

•    Penguasaan teknoligi produksi masih rendah.

 

2. Kelebihan Sistem Ekonomi Tradisional

•    hubungan antar individu sangat erat, sehingga tidak terdapat persaingan yang tidak sehat.

•    Masyarakat merasa sangat aman,karena tidak ada beban berat yang harus dipikul.

•    TIdak Individualistis (dengan sifat kekeluargaannya, masyarakat hidup dalam kebersamaan).

•    Dengan kegiatan yang dilakukan,masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

•    Aktivitas ekonomi tidak berdasarkan target.


3. Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional

•    Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana.

•    mutu barang produksi masih rendah.

•    tidak memperhitungkan efektifitas dan efisiensi.

•    Sulit maju dan berkembang.

•    Kegiatan ekonomi tidak untuk menambah kesejahteraan.

•    Hasil Produksi terbatas, sehingga masyarakat tidak berusaha utuk mencari keuntungan/ laba.

•    Pola pikir masyarakat tidak berkembang karena diakibatkan oleh pengaruh tradisi.

•    Setiap Individu tidak terpacu untuk mengembangkan diri.


 B. SISTEM EKONOMI TERPUSAT ( KOMANDO )

Sistem ini sering disebut juga sistem perekonomian kolektif. Artinya, sistem ekonomi dengan seluruh kegiatan ekonominya (produksinya, distribusi, dan konsumsi) diatur melalui perencanaan dari pusat atau pemerintah. Pencetus gagasan ini adalah Karl Mark.


1. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando

•    Semua alat dan sumber produksi dimiliki dan dikuasai oleh negara.

•    Kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah pusat.

•    Jenis-jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah.

•    Kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah (negara).


2. Kelebihan sistem ekonomi terpusat yaitu

•    Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya

•    Pasar barang dalam negeri berjalan lancar

•    Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga

•    Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan

•    Jarang terjadi krisis ekonomi


3. Kelemahan Sistem Ekonomi Komando

•    Hak milik perseorangan tidak diakui.

•    Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap waraga negara tidak berkembang.

•    Masyarakatnya bersifat materialistis.

•    Individu atau masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam berusaha.

•    Jalur birokasi yang panjang sehingga mempersulit dalam mengambil keputusan.

•    Mematikan inisiatif individu untuk maju

•    Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat

•    Barang yang didistribusikan pemerintah kadang tidak selalu yang dibutuhkan oleh masyarakat


C. SISTEM EKONOMI PASAR ( LIBERAL )

Sistem ekonomi pasar disebut juga dengan sistem ekonomi kapitalis. Artinya, suatu sisitem perekonomian yang didasarkan pada mekanisme pasar. Maksudnya, permasalahan komoditas tentang apa dan berapa yang harus diproduksi diserahkan kepada mekanisme pasar.


1. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar

•    Setiap individu bebas memiliki barang dan faktor-faktor produksi.

•    Semua kegiatan ekonomi dilakukan oleh masyarakat dan swasta.

•    Peran pemerintah seminimal mungkin dalam kegiatan ekonomi.

•    Kegiatan ekonomi ditujukan untuk mencari laba.

•    Setiap orang diberi kebebasan dalam pemakaian barang dan jasa.


 2.Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar

•    Persaingan mendorong pelaku ekonomi untuk maju.

•    Kreativitas individu atau masyarakat meningkat dan mendorong motivasi.

•    Setiap individu bebas memilih pekerjaan yang sesuai.

•    Produksi didasarkan pada kebutuhan.

•    Efisiensi & efektivitas tinggi

•    Barang yang dihasilkan bermutu tinggi


3. Kelemahan Sistem Ekonomi Pasar

•    Terjadinya kesenjangan antara kaya dan miskin.

•    Persaingan mengakibatkan yang kuat ( kaya ) menindas yang ( miskin ).

•    Persaingan mengakibatkan monopoli.

•    Pemerataan pendapat akan semakin sulit dicapai.

•    Krisis ekonomi lebih mungkin terjadi.

•    Cenderung terjadi eksplaitasi kaum buruh


D.SISTEM EKONOMI CAMPURAN

Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem kapitalis dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang berarti juga garis tengah antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Garis tengah disesuaikan dengan keadaan di mana perpaduan itu terjadi, sehingga peran situasi dan lingkungan sangat memberi warna pada sistem perpaduan/campuran tersebut.


1. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran

•    Kegiatan ekonomi ada yang dilakukan oleh individu (swasta) dan ada yang dikuasai negara.

•    Merupakan gabungan dari sistem ekonomi pasar dan terpusat

•    Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai oleh pemerintah

•    Interaksi ekonomi berdasarkan mekanisme pasar dan masih ada campur tangan pemerintah.

•    Persaingan dalam batas-batas tertentu masih diperbolehkan namun diatur oleh pemerintah.

•    Peran pemerintah dan sektor swasta berimbang Penerapan sistem ekonomi campuran akan mengurangi berbagai kelemahan dari sistem ekonomi pasar dan komando dan ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.


  2. Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

•    Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat orang banyak dikuasai oleh negara. Dengan demikian, menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat.

•    Swasta diberi hak untuk mengelola sumber-sumber ekonomi terutama produksi barang yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak. Dengan demikian, hak individu (swasta) diakui.

•    dengan adanya campur tangan pemerintah, pertumbuhan ekonomi akan teratur dan stabil

•     karena inisiatif dan kreativitas seseorang diakui, maka terdorong untuk mencari keuntungan

•    tugas pemerintah tidak terlalu berat karena mendapat bantuan dari swasta

•    adanya campur tangan pemerintah dapat memperkecil pengaruh monopoli swasta

•    Kebebasan berusaha

•    Hak individu berdasarkan sumber produksi walaupun ada batas

•    Lebih mementingkan umum dari pada pribadi


3. Kelemahan Sistem Ekonomi Campuran

•    Sukar menetukan batas wilayah kegiatan ekonomi yang diatur oleh mekanisme pasar dan pemerintah.

•    Pemerintah mengalami kesukaran mengenai batas nilai produksi dan kekayann yang bisa dimiliki individu.

•    Dalam praktik, lebih mengutamakan efisiensi daripada nialai-nilai dan norma di masyarakat.

•    Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungan

Sistem perekonomian di Indonesia

Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis / Kapitalis)

Sistem ekonomi Pasar/Liberal/Kapitalis adalah sistem ekonomi dimana ekonomi diatur oleh kekuatan pasar (permintaan dan penawaran). Sistem ekonomi liberal merupakan sistem perekonomian yang memberikan kebebasan seutuhnya dalam segala bidang perekonomian kepada setiap orang untuk memperoleh keuntungan yang seperti dia inginkan. Sistem ekonomi liberal banyak dianut negara-negara Eropa  dan Amerika Serikat.

Ciri-ciri :

  • Menerapkan sistem persaingan bebas
  • Kedaulatan konsumen dan kebebasan dalam konsumsi Peranan pemerintah dibatasi
  • Peranan modal sangat penting

Kelebihan :

  • Setiap individu bebas memiliki alat produksi sendiri
  • Kegiatan ekonomi lebih cepat maju karena adanya persaingan
  • Produksi didasarkan kebutuhan masyarakat
  • Kualitas barang lebih terjamin
Kekurangan :

  • Sulit terjadi pemerataan pendapatan.
  • Rentan terhadap krisis ekonomi
  • Menimbulkan monopoli
  • Adanya eksploitasi


Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme / Sosialis)

Sistem ekonomi etatisme/sosialis merupakan sistem ekonomi dimana ekonomi diatur  negara. Dalam sistem ini, jalannya perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara atau pemerintah pusat. Dalam perekonomia ini yang menjadi dasar adalah Karl Marx , dia berpendapat bahwa apabila kepemilikan pribadi dihapuskan maka tidak akan memunculkan masyarakat yang berkelas-kelas sehingga akan menguntungkan semua pihak. Negara yang menganut sistem ini seperti Rusia, Kuba, Korea Utara, dan negara komunis lainnya.

Ciri-ciri :

  • Hak milik individu tidak diakui.
  • Seluruh sumber daya dikuasai negara.
  • Semua masyarakat adalah karyawan bagi negara.
  • Kebijakan perekonomian disusun dan dilaksanakan pemerintah.
Kelebihan :

  • Pemerintah lebih mudah ikut campur dalam pembentukan harga.
  • Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara merata.
  • Pelaksanaan pembangunan lebih cepat.
  • Pemerintah bebas menentukan produksi sesuai kebutuhan masyarakat.

Kekurangan :

  • Individu tidak mempunyai kebebasan dalam berusaha
  • Tidak ada kebebasan untuk memiliki sumber daya.
  • Potensi dan kreativitas masyarakat tidak berkembang.


Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakan campuran atau perpaduan antara sistem ekonomi liberal dengan sistem ekonomi sosialis. Pada sistem ekonomi campuran pemerintah melakukan pengawasan dan pengendalian dalam perekonomian, namun pihak swasta (masyarakat) masih diberi kebebasan untuk menentukan kegiatan-kegiatan ekonomi yang ingin mereka jalankan.


Ciri-ciri :

  • Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
  • Hak milik swasta atas alat produksi diakui, asalkan penggunaannya tidak merugikan kepentingan umum.
  • Pemerintah bertanggung jawab atas jaminan sosial dan pemerataan pendapatan.
  • Ada persaingan, tetapi masih ada kontrol pemerintah


Kelebihan :

  • Kestabilan ekonomi terjamin
  • Pemerintah dapat memfokuskan perhatian untuk memajukan sektor usaha menengah dan kecil
  • Adanya kebebasan berusaha dapat mendorong kreativitas individu

Kekurangan :

  • Sulit menentukan batas antara kegiatan ekonomi yang seharusnya dilakukan pemerintah dan swasta
  • Sulit menentukan batas antara sumber produksi yang dapat dikuasai oleh pemerintah dan swasta

Sistem Perekonomian Indonesia

Setiap negara menganut sistem ekonomi yang berbeda-beda terutama Indonesia dan Amerika serikat , dua negara ini pun menganut sistem ekonomi yang berbeda. Awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, yang mana seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada masyarakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh Partai Komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.

Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Namun sistem ekonomi ini hanya bertahan hingga masa Reformasi. Setelah masa Reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia. Berikut sistem ekonomi yang dianut oleh Indonesia dari masa Orede Baru hingga sekarang :

Sistem Ekonomi Demokrasi

Sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah Pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat di bawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

Ciri-ciri positif pada sistem ekonomi demokrasi :

Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat.

Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yang dikehendaki serta mempunyai hak akan pekerjaan dan penghidupan yang layak.

Hak milik perorangan diakui dan pemanfaatannya tidak boleh bertentangan dengan kepentingan masyarakat.

Potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap warga negara dikembangkan sepenuhnya dalam batas-batas yang tidak merugikan kepentingan umum.

Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Ciri-ciri negatif pada sistem ekonomi demokrasi :

Sistem free fight liberalism, yaitu sistem persaingan bebas yang saling menghancurkan dan dapat menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain sehingga dapat menimbulkan kelemahan struktural ekonomi nasional.

Sistem etatisme, di mana negara beserta aparatur ekonomi negara bersifat dominan serta mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit-unit ekonomi di luar sektor negara.

Persaingan tidak sehat dan pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat.

Sistem Ekonomi Kerakyatan

Pemerintah bertekad melaksanakan sistem ekonomi kerakyatan dengan mengeluarkan ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor IV/MPR/1999, tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara yang menyatakan bahwa sistem perekonomian Indonesia adalah sistem ekonomi kerakyatan. Sistem ekonomi ini berlaku sejak tahun 1998. Pada sistem ekonomi kerakyatan, masyarakatlah yang memegang aktif dalam kegiatan ekonomi, sedangkan pemerintah yang menciptakan iklim yang bagus bagi pertumbuhan dan perkembangan dunia usaha. Ciri-ciri sistem ekonomi ini adalah :

Bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan yang sehat.

Memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai keadilan, kepentingan sosial, dan kualitas hidup.

Mampu mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.

Menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja.

Adanya perlindungan hak-hak konsumen dan perlakuan yang adil bagi seluruh rakyat.

Sistem Ekonomi Indonesia dalam UUD 1945

Berdasarkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 pasal 33 setelah amandemen

Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.****)

Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini diatur dalam undang-undang.****)

                    SUMBER :






1 komentar: